Selasa, 09 November 2021

Cerita Anak "Dodo Si Gendut Rakus dan Nenek Penyihir"

 DODO SI GENDUT RAKUS DAN NENEK PENYIHIR

 Oleh: Nadiarf

 Di sebuah desa kecil pinggiran kota hiduplah seorang anak bernama Dodo. Badannya gemuk dan perutnya gendut. Dia suka sekali dengan makanan. Setiap hari Dodo dan teman kecilnya bernama Bobi berjalan kaki menyebrangi jembatan di atas sungai kecil untuk pergi ke sekolah bersama. Bobi adalah anak yang pintar. Dia selalu membawa tas ransel merah berisi banyak buku di dalamnya. Berbeda dengan Dodo, anak manja yang tasnya selalu penuh dengan makanan. Setiap hari, Dodo selalu makan banyak seolah perutnya tidak pernah merasa kenyang dan tidak pernah puas. Tak heran Dodo juga sering meminta makanan kepada teman-temannya di sekolah meskipun makanan di dalam tasnya masih penuh. 

 Di siang hari yang cerah Dodo dan Bobi pulang sekolah melewati jembatan di atas sungai kecil yang biasa mereka lalui. Jam menunjukkan pukul 12.00 dan matahari seolah tepat berada di atas kepala. Mereka merasa siang itu sangatlah panas, berbeda dari siang hari lainnya. Sepanjang perjalanan pulang, Dodo selalu berisik dan mengeluh karena kehausan dan makanan dalam tasnya pun sudah habis tak tersisa. 

" Aduhhh panasnya, aku capek sekali, haus, dan lapar, Bobi tunggu aku jangan cepat-cepat," ucap Dodo.

 Sedangkan Bobi dengan tas merah kesayangannya tetap berjalan santai menikmati pemandangan sungai yang mereka lalui sambil teriak menjawab Dodo yang masih di belakangnya tak jauh.

" Makanya jangan makan terlalu banyak. Lihatlah perutmu itu yang seperti gunung dan hampir meletus, susah dan jalannya terasa berat, kan? hahahahaha. "

 Di belakang, Dodo dengan muka kesalnya dan nafas terengah-engah berlari menyusul Bobi.

" Wahh kenapa air sungai hari ini jernih sekali tidak seperti biasanya. Panas-panas begini pasti terasa segar jika kita mandi, ayo Bob kita turun," ucap Dodo.

Bobi: "Ta- tapikan Do, ibu melarang kita bermain di sungai ini karena banyak anak yang hilang sehabis bermain di sini." 

Dodo: " Alah ... itu hanya karena mereka tidak bisa berenang. Kita berdua kan bisa berenang, yuk kita turun dan mandi sebentar."

 Dodo menarik lengan Bobi dan mereka berduapun turun ke sungai dan mandi. Saat asyik bermain air tiba-tiba seekor ikan emas besar dengan mata merah menghampiri mereka.

Ikan mas : "Hai anak-anak apakah kau lapar?."

 Dodo dan Bobi terkejut karena ikan emas dengan mata merah itu bisa berbicara.

Bobi: " Wah ... ikan mas, kamu bisa berbicara?."

Dodo: " Iya ikan mas aku lapar sekali. Apakah kau punya makanan?."

Ikan mas: "Iya aku adalah ikan mas penunggu sungai ini dan aku tau dimana tempat banyak makanan berada, apakah kau ingin ke sana?."

  Tanpa basa-basi Dodo langsung berkata, "Iya aku ingin pergi ke sana, dari tadi perutku berisik karena lapar sekali."

Ikan mas: "Baiklah jika kalian ingin pergi ke sana. Berjalanlah ke ujung sungai ini dan kalian akan melihat rumah tua dengan pohon apel di taman depannya. Di dalam rumah tua itu ada seorang nenek yang memiliki banyak sekali makanan enak. Kalian minta saja makanan kepada dia dan dia pasti akan memberikan apa yang kalian mau. Tetapi, ingat. Janganlah rakus, kalian harus meminta secukupnya saja dan pulanglah sebelum matahari terbenam!."

  Mereka berduapun pergi ke ujung sungai. Akhirnya mereka tiba di rumah tua dengan pohon apel di taman depan rumah dan sepanjang jalan menuju pintu rumah terdapat banyak sekali makanan berceceran.

Dodo: " Wah ... ternyata benar apa yang dikatakan ikan mas itu. Di sini banyak sekali makanan, ayo Bob kita masuk. Pasti di dalam rumah itu ada lebih banyak makanan yang enak." Sambil menarik lengan Bobi.

*Tok tok tok* "Permisi apakah ada orang? Kami ingin meminta makanan," ucap Dodo.

 Pintupun terbuka sendiri dan terlihat seorang nenek-nenek berambut panjang sedang makan. Di sana tersaji banyak sekali makanan serta berbagai macam camilan dan buah apel di atas meja.

Nenek: "Kemarilah, Nak. Ayo makan bersama nenek, ambillah semua makanan yang ada di sini dan mintalah makanan apa saja yang kalian inginkan. Nenek akan mengubah buah apel yang ada di sini dengan tongkat ajaib menjadi makanan kesukaan kalian."

Dodo: " Wah ... hebat sekali, aku ingin semua makan yang ada di sini."

 Dodo pun langsung mengambil banyak makanan seperti buah apel, permen, roti, madu dan masih banyak lagi. Dia memakannya seperti orang yang sangat kelaparan. Tetapi, Bobi hanya mengambil satu makanan dan satu minuman.

Bobi berbisik kepada Dodo. " Ayo Do, kita pulang sudah hampir gelap. Ingat kata ikan mas, kita tidak boleh rakus dan harus pulang sebelum matahari terbenam."

 "Kau pulang saja dulu Bob, aku masih ingin di sini dan memakan semua makanan yang ada di sini. Aku janji akan pulang sebelum matahari terbenam. Lagipula jalan dari rumah ini ke sungai tadi kan tidak jauh," ucap Dodo dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.

Bobi: "Jika kau tidak mau, baiklah aku akan pulang saja. Aku takut dimarahi ibuku. Ingat Do, kau harus tepati janjimu dan akan segera pulang." 

 Dodo hanya menganggukkan kepalanya sembari terus makan. Dan Bobi pun pulang meninggalkan Dodo.

 Tak terasa matahari sudah terbenam dan Dodo lupa dengan janjinya untuk pulang sebelum matahari terbenam. Dia rakus sekali tidak pernah merasa kenyang dan terus memakan makanan yang ada di depan matanya.

  Hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 19.00. Malam itu ibu Dodo pergi ke rumah Bobi untuk menanyakan Dodo karena belum pulang. Ibu Dodo mengira bahwa Dodo masih bermain di rumah Bobi bersama Bobi seperti biasanya. Namun, Bobi terkejut bahwa ternyata Dodo masih belum pulang dari rumah nenek tua itu.

Bobi: " Bibi, apakah Dodo benar belum pulang ke rumah?." Bobi pun menceritakan semuanya kepada ibu Dodo.

 Ibu Dodo pun menangis dan takut bahwa anaknya hilang dan mungkin takkan pernah kembali karena mengetahui bahwa Dodo dan Bobi bermain di sungai angker yang selalu dia larang untuk anak-anak bermain di sana.

 Hingga subuh dan hari mulai terang, para warga masih ramai bersama-sama mencari Dodo di dekat sungai. Tetapi, ada sesuatu yang janggal. Tempat rumah tua yang sebelumnya Bobi dan Dodo kunjungi, ternyata tidak ada dan hanya terlihat hutan serta semak belukar dengan banyak pohon bambu. Tidak ada satupun pohon apel di sana yang terlihat. Bobi pun juga heran.

 Tidak terasa sudah tiga hari para warga mencari keberadaan Dodo. Namum, Dodo masih belum juga ditemukan. Jadi, para warga sudah pasrah dan menyerah untuk mencari Dodo. Dodo tetap tidak ditemukan dan dinyatakan hilang. Akhirnya, Dodo si gendut itu tidak pernah pulang karena terkunci di dalam rumah tua bersama nenek penyihir makanan karena sifat rakusnya itu.


Amanat: Sebagai manusia kita tidak boleh memiliki sifat rakus 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teks Pidato "Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja"

  Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama tama mari kita panjatkan puja dan ...