Kamis, 16 Desember 2021

Teks Pidato "Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja"

 Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja


Assalamualaikum wr.wb.

Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama tama mari kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat.

Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato mengenai "Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja" 

Kesehatan mental adalah kondisi sejahtera dimana setiap individu mampu menyadari kemampuan yang ia miliki, mampu mengatasi tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja membutuhkan kesehatan mental yang baik untuk berkembang dalam lingkungan yang sehat.

Berbicara tentang masalah kesehatan mental terdapat suatu istilah "mental distress" yakni perasaan yang dimiliki seseorang ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya masalah dengan keluarga, masalah dengan teman, bullying, dan masalah atau tuntutan pekerjaan lainnya.

Bila situasi tersebut terjadi secara terus-menerus dan seseorang tidak dapat mengatasinya dengan baik, dapat menimbulkan masalah kesehatan mental. 

Dampak yang akan terjadi ialah seseorang akan merasa stres, kesulitan tidur dan makan, kesulitan dalam berinteraksi sosial, emosi tidak stabil, hingga dapat menimbulkan depresi. Bahkan ada muncul ide atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Dari dampak tersebut dapat kita ketahui bahwa kesehatan mental sangatlah penting apalagi bagi remaja. Jadi, kita harus menjaga kesehatan mental dengan baik.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah "Self Care." Self care ialah serangkaian tindakan untuk fisik, emosi, dan spiritual yang mencerminkan cara kita menjaga diri kita sendiri. Self care dapat berupa emosional, fisik, sosial dan spiritual. Kita harus dapat belajar memanajemen stres dan mengelola emosi, mengapresiasi diri dengan tidak melabeli diri bahwa "aku ini payah, masalahku sangat besar, semua orang tidak menyukaiku" perkataan-perkataan seperti itu haruslah dihindari. Karena kita harus selalu berpikiran positif. 

Kita juga harus menjaga kesehatan fisik seperti berolahraga, makan makanan yang sehat, tidur dan istirahat yang cukup. Serta tidak lupa juga kita harus memperkuat iman dan takwa. Selain itu faktor dari luar juga sangat diperlukan yaitu cinta dan dukungan serta hubungan yang kuat dengan keluarga dan orang-orang terdekat berpengaruh positif bagi kesehatan mental.

Sekian pidato yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan tutur kata yang kurang berkenan.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Puisi Madura

 Kakowadhán Doa

By: Nadia Riski Farisa


Sabelluna séngko’ mangkat

Séngko’ ta’ loppa nyéom tananga, ménta restonah

Bán doa nah Eppa’ bán Embu’

Sabáb séngko’ taoh

Kangghuy odi’ é kottana oréng

Tadé’ sangoh sé lebbi rajeh

Dári restoh doa nah Eppa’ bán Embu’

Puisi Madura

 Ngen-bángennan

By: Nadia Riski Farisa


Mérana kembháng mawar

Ta’ se méra bibirra dhika

Poténa kembháng melaté

Ta’ se poté kolé;na dhika

Manissa maddhu

Ta’ se manis mésemma dhika

Aténa bulá deg-gédegghán

Du… jhá’ kangsé’ bulá ngen-bángennan

Puisi Madura

 Ngocol nang-konang aghái’ bintang

By: Nadia Riski Farisa


Ro’om ta’ kodhu kembháng

Báuh ta’ kodhu bhátang

Nang-konang sé la buru

Ta’ kodhu é tabáng

Sabáb ghi’ bádá ajuta’an bintang

É langngé’ sé bisa é pélé sala séttong

Puisi Madura

 Sokkor 

By: Nadia Riski Farisa


Kokko’na ajám la ékéding

Ropana aré la étengalé

Báktona mangkat ka sabá

Apékol landhu’ negghu’ sadhá

Sakabbhina kalakoan é lakoné

Kaangghuy nyambhung odi’

Asapo’ angén, asepatu céllot

Soko méyang tanang méyang

Bhádhán geddur apello konéng

Tape ta’ pernah ambu

Asokkor ka pangéran

Puisi Madura

 Tahajjut

By: Nadia Riski Farisa


É séppé bán pettenga malem

É bákto manossa lelap tatédung

Ta’ dháddhi alangan mabácca sábágiyán bhádhán

Kaulá arassa hina

Arassa kotor

Arassa ta’kowat

Ngadhábhi kanyataan odhi’

Kaulá ghun bisa sojud, nangés

Bán minta kakowadhán ka pangéran

É seppe bán pettenga malem

Link Latihan online "Evaluasi Media Pembelajaran"

1. Link Google forms

 https://forms.gle/CKEc6vxA8CHhnzC69


2. Link Quizizz

https://quizizz.com/join?gc=13679921

EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN

 Evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses untuk mengetahui apakah media yang digunakan dalam belajar mengajar itu telah mencapai tujuan atau tidak. Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.


Tujuan evaluasi media menurut Susilana & Riyana (2009) yaitu: 

1. Memilih media pendidikan yang akan dipergunakan di kelas. 

2. Untuk melihat prosedur atau mekanisme penggunaan suatu alat. 

3. Untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan alat tersebut telah tercapai. 


Tujuan evaluasi media pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2001) :

1. Menentukan apakah media pembelajaran itu efektif.

2. Menentukan apakah media itu dapat diperbaiki atau ditingkatkan.

3. Menetapkan apakah media itu cost-efective dilihat dari hasil belajar siswa.

4. Memilih media pembelajaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran.

5. Menentukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu.

6. Menilai kemampuan guru menggunakan media pembelajaran.

7. Mengetahui apakah media pembelajaran tersebut benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan.

8. Mengetahui sikap siswa terhadap media pembelajaran.


Prinsip-prinsip evaluasi media pembelajaran sebagai berikut: 

1  Apakah media pembelajaran tersebut berperan untuk meningkatkan komunikasi yang efektif.

2. Kebenaran dan ketepatan konten, ketepatan dan kesesuaian dari aspek pembelajaran dan aspek media.

3. Pertimbangan praktis, yaitu media pembelajaran yang ditetapkan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran hendaknya memenuhi kriteria: kemudahan dipindahkan atau ditempatkan, kesesuaiannya dengan fasilitas yang ada di kelas, keamanan penggunaannya, daya tahan, serta kemudahan perbaikannya, 

4) Faktor manusia, yaitu harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, dan ketersediaan tenaga khusus/fasilitator dalam pemanfaatannya


Jenis-jenis evaluasi media pembelajaran: 

1. Evaluasi formatif

Yaitu Evaluasi terhadap media pembelajaran yang prosesnya dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi media untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Ada tiga tahapan dalam evaluasi formatif yaitu (a) evaluasi satu lawan satu (one to one), (b) evaluasi kelompok kecil (small group evolution), (c) evaluasi lapangan (field evaluation).


2. Evaluasi sumatif

Evaluasi Sumatif yaitu evaluasi terhadap media pembelajaran yang proses pengumpulan datanya untuk menentukan apakah media yang dibuat patut digunakan dalam situasi-situasi tertentu atau apakah media tersebut benar-benar efektif atau tidak, setelah media tersebut deperbaiki dan disempurnakan.


PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN

 • Secara umum manfaat penggunaan media adalah untuk kelancaran komunikasi penyelenggara dengan lawan tutur yaitu siswa dalam kepentingan tertentu


Manfaat media pembelajaran menurut Dayton

1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan. 

2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.

3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. 

4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga.

5. Meningkatkan kualitas hasil belajar.

6. Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. 

7. Media dapat menumbuhkan sikap positif pelajar terhadap materi dan proses belajar.

8. Mengubah peran pembelajar ke arah yang lebih positif dan produktif

9. Media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit. 

10. Media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu. 

11. Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia.


• Manfaat media pembelajaran menurut Nuiteg (2016)

1. Pemahaman yang lebih dalamn

2. Peningkatan pemecahan masalah

3. Meningkatnya emosi positif

4. Akses ke berbagai macam informasi

5. Eksplorasi dunia


Prinsip umum pemanfaatan media pembelajaran

1. Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan.

2. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang diperlukan.

3. Penggunaan media harus dapat memperlakukan pembelajar secara aktif.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

Pengembangan media pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran berdasarkan teori perkembangan yang telah ada.


Tahapan pengembangan

1. Tahap perencanaan

2. Tahap pengembangan naskah

3. Tahap produksi media


Langkah-langkah pengembangan media pembelajaran

1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik

2. Merumuskan tujuan media pembelajaran dengan operasional dan khas. 

3. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung.

4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan

5. Menulis naskah media titik

6. Mngadakan tes atau uji coba dan revisi


Syarat pembuatan media

1. Syarat edukatif 

2. Syarat teknis

3. Syarat estetika


10 kriteria dalam menentukan media pembelajaran

1. Sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

2. Karakteristik media yang akan digunakan sesuai dengan proses pembelajaran. 

3. Mampu mendukung isi dan bahan pembelajaran

4. Media mudah diperoleh. 

5. Kemudahan dalam pengaksesan.

6. Penggunaan tidak memakan waktu yang lama. 

7. Kesesuaian media pembelajaran dengan cara berpikir siswa. 

8. Sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. 

9. Sesuai dengan kemampuan para pengajar. 

10. Efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran.

JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

 Terdapat 2 unsur dalam media pembelajaran : 

1. Perangkat lunak (software) yaitu pesan atau bahan pembelajaran yang akan disampaikan 

2. Perangkat keras hardware yaitu alat belajar dan alat bantu belajar

Jenis-jenis media pembelajaran : 

Menurut heinich :

1. Media yang tidak diproyeksikan

• Realita (benda nyata) ex: potongan, contoh, pameran

• Model (benda tiruan dari benda sesungguhnya)

• Bahan grafis (gambar,grafik, poster, display)

2. Media yang diproyeksikan

• overhead transparency (OHT) dan slide suara

3. Media audio

Rekaman audio untuk memberi penjelasan, suara binatang, suara resonansi, bunyi pada tabung, sirine, nada berupa CD.

4. Media video

5. Media berbasis komputer

•Komputer dapat diaplikasikan dalam merancang tutorial, praktek dan latihan, permainan simulasi intranet / internet

6. Multimedia kit

• Terdiri atas beberapa jenis media yang dilengkapi dengan panduan belajar dan lembar kerja modular


Menurut Yudhi Munadhi :

1. Media berdasarkan perkembangan teknologi

a. Media tradisional

Berupa visual diam yang diproyeksikan, visual yang tak diproyeksikan, audio, penyajian multimedia, visual dinamis yang diproyeksikan, cetak, permainan, realita.

b. Media teknologi mutakhir

• Berbasis telekomunikasi : telekonferensi kuliah jarak jauh

• Berbasis mikroprosesor : komputer interaktif, Compact disk


2. Media berdasarkan karakteristik stimulus yang ditimbulkan 

Brigss mengklasifikasikan 13 macam:

Yaitu objek, suara langsung, media cetak, papan tulis, media transparansi film bingkai, film rangkai, film gerak, televisi, gambar, model, rekaman audio, pelajaran terprogram


LANDASAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

 A. Pengertian dan fungsi media pembelajaran

•Media pembelajaran menurut Rahmawati dan Sukanti (2012: 155) : merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar.

•Menurut Ibrahim dan Syaudin dalam Rahmawati dan Sukanti (2012:158) merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar

• Berfungsi untuk melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran media mempercepat dan memacu peserta didik atau siswa atau mahasiswa dalam memahami pembelajaran.

B. Landasan dan prinsip media pembelajaran

Pemilihan media hendaknya objektif yaitu didasarkan pada tujuan pembelajaran tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.

1. Landasan Empiris

• Gaya belajar visual, menggunakan visual (indra penglihatan), buku, buku bergambar, poster dan lain-lain

• Gaya belajar auditif, menggunakan audio (indra pendengaran), membaca keras, rekaman, diskusi, musik.

• Gaya belajar kinestetik, menggunakan gerakan dalam belajar seperti kegiatan fisik, bermain peran praktik.

2. Landasan psikologis

• Tingkatan utama modus belajar (pengalaman anak dan dewasa)

• Nilai media terletak pada realistik nya (membuat jenjang dari paling abstrak ke nyata)

• Kerucut pengalaman Edgar Darle

3. Landasan teknologis

• Meningkatkan produktivitas pendidikan

• Membelajaran bersifat individual.

• Memberikan dasar ilmiah 

• Memantapkan pembelajaran

• Lebih dekat dan cepat

• Lebih merata dan meluas

4. Landasan teoritis

• Guru sebagai sumber informasi

• Menyampaikan informasi melalui media

• Siswa sebagai penerima informasi

C. Manfaat media pembelajaran

• Menumbuhkan motivasi belajar

• Metode pembelajaran menjadi lebih bervariasi

• Memperjelas materi yang disampaikan

• Mengatasi keterbatasan kemampuan indera

• Memfasilitasi keberagaman latar belakang peserta didik

KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN


Hakikat : 

Media sebagai perantara informasi berupa pendidikan teknologi, politik, 

Pembelajaran merupakan usaha pendidikan yang disengaja, direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi

"Perantara menyampaikan pesan dari sumber ke penerima yang dapat membangkitkan semangat sehingga siswa memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang direncanakan dan terkendali"

Perkembangan :

Fase media bicara atau tulisan - media mekanisasi atau mesin - media komputer dan internet

Tujuan :

1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas

2. Meningkatkan efektif dan efisiensi proses pembelajaran

3. Membantu konsentrasi siswa dalam pembelajaran

4. Meningkatkan motivasi dan daya ingat peserta didik

Fungsi : 

1. Menghadirkan objek sebenarnya 

2. Membuat tiruan dari objek sebenarnya

3. Menjadikan yang abstrak menjadi konkrit 

4. Mengatasi hambatan waktu tempat jumlah jarak 

5. Menyajikan ulang informasi secara konsisten

6. Menyenangkan dan menarik

Manfaat : 

Bagi siswa: 

1. Menumbuhkan rasa ingin tahu belajar. Memotivasi dan memudahkan pemahaman siswa. Bebas memilih media sesuai karakter siswa. Menyenangkan dan tidak membosankan. 

Bagi guru: 

1. Menarik perhatian dan motivasi siswa. Sistematis. Membantu kecermatan mengkonkretkan efisiensi

Sumber belajar :

Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang memfasilitasi pembelajaran.

Jenis sumber belajar menurut AECT (1977) :

1. Pesan : informasi yang ditransmisikan

2. Orang : guru, dosen

3. Bahan : buku, modul, video

4. Alat : komputer, TV, radio

5. Teknik : simulasi, permainan

6. Latar : fisik dan non fisik


Alat peraga pembelajaran : dapat dilihat wujudnya, bertujuan memperjelas dalam pelajaran, kubus dari kertas globe.

Alat pelajaran pembelajaran : alat yang digunakan dalam pelajaran, papan tulis. 


Teks Berita - Video Pembelajaran Kelompok


 

Teks Pidato "Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja"

  Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama tama mari kita panjatkan puja dan ...