Selasa, 23 November 2021
Observasi Media Pembelajaran di Lapangan
SURVEI PENERAPAN DAN KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN DI LAPANGAN
Sabtu, 13 November 2021
Kebudayaan
PETIK LAUT
Petik Laut merupakan salah satu tradisi masyarakat khususnya yang terdapat di daerah pulau Jawa. Upacara ini memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerah. Misalnya di Lamongan disebut “Tutup Layang”, sementara di Madura sendiri disebut “Petik Laut atau Rokat Tase”. Hingga kini masyarakat Madura masih tetap menjaga dengan baik tradisi turun-temurun nenek moyangnya. Tradisi ini biasanya digelar secara megah dan menjadi pertunjukan tersendiri bagi warga sekitar maupun wisatawan. Petik laut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan terhadap Tuhan atas rezeki, keselamatan dan panen hasil laut yang melimpah. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, dalam upacara petik laut ini juga terdapat ritual khusus yaitu menjauhkan malapetaka (tolak bala) dengan melarung sesajen di tengah laut. Dalam pelaksanaannya upacara ini juga memiliki tujuan yaitu memohon kepada Tuhan agar para nelayan tetap diberikan hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang. Oleh karena itu, petik laut ini bisa dikatakan sebagai salah satu wujud kebudayaan, bentuk akulturasi antara Islam dan nilai lokal. Petik laut biasanya diselenggarakan sekali setiap tahun yaitu pada awal bulan Muharram atau bulan suro oleh penduduk yang tinggal di pesisir pantai.
Dalam pelaksanaannya ritual petik laut ini dipadati oleh serangkaian acara. Dihari pertama, masyakarat biasanya mengadakan pengajian di masjid dengan membaca surat yasin dan tahlil. Dihari berikutnya, dilanjutkan dengan menghatamkan Al-Quran. Dan di hari puncaknya, masyarakat menyiapkan sesajen yang akan dilarung ke laut. Sesajen tersebut disebut harus lengkap dan tidak boleh ada satupun yang kurang. Dalam sesajen tersebut terdapat berbagai hasil bumi, sejumlah perhiasan dan bermacam makanan seperti lauk-pauk yang biasa di konsumsi masyarakat, berbagai macam buah-buahan seperti apel, pisang, nanas, buah naga, kelengkeng, labu, melon, rambutan dan sebagainya. Selain itu juga terdapat nasi, ketan putih, ketan hitam dan kopi. Tak lupa tersedia juga kepala kambing, ayam berbulu hitam dan ayam berbulu putih, kemenyan dan kembang tujuh rupa. Semua isian sesajen tersebut diletakkan di miniatur perahu yang bentuknya mirip dengan perahu para nelayan yang sering dipakai untuk bekerja perahu tersebut tak lupa dihias dan biasanya terbuat dari gedebong pisang namun seiring berjalannya waktu banyak perahu hias yang terbuat dari kayu dan tak lupa diberikan ukiran-ukiran agar terlihat lebih menarik. Yang kemudian dilarungkan ke laut.
Sebelum dilarungkan ke laut, terdapat serangkaian acara. Seperti doa bersama. Selain itu karena pengeruh modernisasi, ritual petik laut semakin megah karena terdapat penambahan beberapa pertunjukan seperti orkes dan pergelaran musik. Sebelum pelepasan sesajen, puluhan perahu iring-iringan ke tengah laut. Mereka berkonvoi, memutar, dan seperti saling kejar-kejaran. Perahu yang membawa sesajen berada di barisan paling depan. Saat sesajen dilepas, kapal para nelayan akan menghampiri tempat sesajen dilepas. Banyak para nelayan yang menceburkan diri kelaut, mereka akan berebut sesajen, barang dan ada yang mengambil air laut di sekitar perahu karena diyakini mampu menolak bala atau menjauhkan dari malapetaka. Biasanya dari air laut yang diambil tersebut digunakan untuk menyiram perahu yang dalam istilah nelayan disebut ”edudus” alias ritual memandikan perahu dengan air yang diyakini sakral.
Setelah semua prosesi selesai, Petik Laut biasanya dilanjutkan dengan pertunjukan karawitan di siang hari. Menariknya pada malam hari akan ada kegiatan pembacaan “Macopat“ yaitu sebuah cerita dan kisah Nabi Muhammad SAW dengan teks Jawa dan diterjemahkan kedalam bahasa Madura dengan nada yang unik dan khas. Warga dihibur dengan menggelar kesenian khas ludruk yang sekaligus menjadi penutup dari keseluruhan rangkaian acara. Kesenian lain yang juga sering memeriahkan Petik Laut antara lain ketoprak, drum band, dan jaranan.
Dalam tradisi petik laut terdapat tiga aspek yaitu yang pertama, aspek agama. Dalam pelaksanaannya petik laut dianggap sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa, karena masyarakat mendapat anugerah berupa keselamatan dan rezeki hasil laut yang melimpah dan bermanfaat bagi masyarakat. Yang kedua aspek tradisi. Dimana dalam pelaksanaannya terdapat serangkaian kegiatan acara yang secara turun-temurun dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku menurut kepercayaan setiap daerah. Dan yang ketiga aspek wisata. Dimana tradisi petik laut ini bisa menjadi sarana wisata yang bisa dinikmati wisatawan pada setiap tahun acara diselenggarakan.
Tradisi petik laut ini selalu disambut meriah baik itu dari masyarakat sekitar maupun para wisatawan yang berkunjung. Selain untuk memperkuat tali silaturahmi, Dalam pelaksanaannya tradisi ini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dalam hal ekonomi juga menguntungkan karena dalam lingkungan tradisi diadakannya petik laut tersebut terdapat pula pasar dadakan dimana terdapat masyarakat sekitar dan sekelompok masyarakat dari luar daerah/kabupaten yang menjual aneka dagangan seperti barang-barang, cemilan makanan dan minuman. Namun, tradisi ini juga mempunyai dampak negatif khususnya bagi ekosistem alam laut. Bila tradisi ini rutin dan terus-menerus dilakukan walaupun dalam jangka waktu yang lama, bisa terjadi pencemaran perairan laut dan sisa-sisa barang bisa mengendap di terumbu karang dapat merusak ekosistem terumbu karang. Meskipun begitu, karena petik laut merupakan tradisi turun-temurun dan merupakan kebudayaan setiap daerah tentu harus tetap dilestarikan agar tidak punah dan seirirng perkembangan zaman diharapkan masyarakat bisa membuat terobosan baru untuk lebih menjaga ekosistem laut dengan menggunakan barang-barang yang mudah terurai oleh alam agar ekosistem laut terjaga dan tradisipun juga tidak punah.
Puisi
Kiat-kiat Mencintai
Oleh: NadiaRF
Mencintai itu mudah
Tak perlu sederas hujan yang penting tak pernah reda
Tak perlu seterang matahari yang penting tak pernah padam
Tak perlu sedalam samudera yang penting tak pernah tenggelam
Tak perlu sedekat nadi yang penting tak renggang doa
Dan semua akan lebih mudah saat kau merayu penciptanya sebelum kau rayu ciptaannya
Puisi
Tipuan Mata
Oleh: NadiaRf
Gemerlap langit malamku tak segemerlap lampu diskomu
Hamparan tanah batuku tak serapi dan selicin pijakanmu
Bilik kayuku tak se kokoh batu-bata bertingkatmu
Kayuhan kakiku Tak secepat mesin balapmu
Bungkusan badankupun tak seindah selimut di badanmu
bahkan Singkong dan kopiku tak selezat keju dan coklatmu
Tetapi satu hal yang pasti
Rumah terakhirku Tak berbeda dengan rumah terakhirmu
Puisi
RINDU TAK SAMPAI
Oleh: NadiaRF
Kutiup hangatnya secangkir teh
Bukan kopi yang biasa kau ingin
Ditemani lirihnya sepoian angin
Menggores rasa yang kian menyiksa
Ku cemburu
Pada matahari yang menghangatkan
Pada angin yang menyejukkan
Dan pada langit yang seringkali kau pandang
Maafkan
Lisan ini yang tak mampu berkata
Dan jemari yang tak mampu mengetik
Biarlah “Aku Rindu”
Menjadi “Semoga Kau Baik-Baik Saja”
Cerpen "Sarjana Kayu Bakar"
Sarjana Kayu Bakar
Oleh: NadiaRF
Dibalik bilik kecil sebuah rumah kayu sederhana di sebuah desa terpencil kulihat tiupan angin kencang dengan rintikan hujan senja itu. Ia menyatu dengan deruan air suci yang jatuh dari mata kedua malaikatku. Tak ada seorangpun yang melihat ataupun mendengar jatuhnya tetesan air suci itu. Semua orang seakan menutup pintu. Entah itu karena takut atau tidak tau harus berbuat apa.
Aku yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hanya bisa menyaksikan jatuhnya air suci dari kedua mata malaikatku. Mencoba menerka-nerka, bertanya dalam diam dan mencari jawaban dalam pikiran. “mengapa mereka?”, “apa yang terjadi pada mereka?”, “apakah aku berbuat salah?”, “ataukah ada yang jahat kepada mereka?”. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seakan mendorongku untuk menemukan jawaban dan bertindak menolong mereka. Tapi aku hanyalah anak kecil, anak bungsu dari dua bersaudara yang di pagi hari belajar, siang hari berkeliling untuk berjualan dan ketika langit senja tak lupa mencari kayu bakar. Jadi, “apa yang bisa aku lakukan?”,
Kokokan ayam dan mentari pagi menyapa, aku terbangun dan bergegas mandi. Namun di pagi yang cerah ini tak secerah raut wajah pada kedua malaikatku. Ibu yang biasanya menyiapkan sarapan, bapak dan mas Farid yang seharusnya bersiap-siap pergi ke sawah untuk mengurus ladang dan aku yang akan pergi ke sekolah bertanya dalam hati “mengapa mereka terdiam, tidak bergegas seperti biasanya?”.
Sepulang sekolah aku melihat truk-truk besar bermuatan batu-bata dan bahan bangunan lain masuk ke desaku dan berhenti tepat di sawah tempat biasa bapak bekerja mengurus ladang. Disana juga terlihat kerumunan warga yang menonton masuknya truk-truk besar. Aku melihat ada beberapa warga yang menangis dan marah kepada para petugas yang ada disana. Akupun melihat ibu dan bapak menangis untuk kedua kalinya. Aku mencoba bertanya kepada mas Farid “mas, ada apa ini apa yang terjadi mengapa banyak truk-truk besar disisni dan mengapa ibu dan bapak menangis?” mas Faridpun menjawab “di atas sawah dan ladang milik warga dan bapak akan dibangun pabrik besar oleh pihak swasta itu. Mereka mengambil sawah kita dengan mengklain bahwa tanah yang ada disana milik mereka, warga dan bapak marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa”. “loh kenapa dibiarkan itukan sawah milik kita?” Tanya aku kembali. “iya memang sawah itu dari dulu milik kakek kita tapi bapak tidak memiliki sertifikat tanah itu bapak belum mendaftarkan tanah itu karena biayanya yang mahal untuk mengurus surat-surat tanah itu. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi Ihsan. Selain itu pihak pabrik itu memiliki segalanya”. Jawab mas Farid. Akupun terdiam dengan setengah mengerti.
Tiga tahun berlalu, berdirilah pabrik besar diatas sawah milik keluargaku. Tiga tahun yang mengubah hampir seluruh hidup keluargaku. Bapak yang dulunya bekerja mengurus sawah dengan hasil tani yang lumayan kini beralih menjadi buruh pabrik dengan jam kerja yang padat dan upah yang tak seberapa dibanding sebelum mengurus sawah sendiri. Dan aku si pencari kayu bakar ini pun telah lulus SMA mulai mengerti mengapa semua itu terjadi. Sepanjang waktu berdirinya pabrik swasta itu. Ternyata banyak melakukan kecurangan dan melanggar hukum seperti pembuangan limbah sembarangan, upah tak sesuai ketentuan yang berlaku serta jam kerja padat yang seolah memeras keringat orang sakit.
Apapun yang terjadi aku bertekat untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Hukum demi memberantas dan mencegah kembali ketidakadilan yang menimpa keluargaku dan desa ini. Meski aku tau ekonomi keluarga yang tak memungkinkan untuk ku melanjutkan sekolah. Namun aku tetap yakin berdoa dan memohon restu ibu bapak. Denga doa dan restu ibu bapak aku lulus jurusan hukum yang aku inginkan. Akupun lulus juga dalam jalur beasiswa. Sungguh takdir allah yang membuatku menjadi yakin akan adanya perubahan.
Akupun pergi merantau jauh untuk menimba ilmu di kota orang. Hari demi hari aku lalui dengan penuh semangat dalam belajar demi mendapat gelar sarjana hukum yang aku impikan. Aku bertekat akan mengubah kehidupan keluargaku serta ingin menegakkan keadilan yang seharusnya dimiliki keluarga dan desaku. Seorang anak rantau yang jauh dari keluarga hidup di kota orang demi mencapai cita-cita yang diinginkan. Sambil belajar aku juga bekerja paruh waktu demi mencukupi kebutuhan hidup dan kuliahku. Meski dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, kedua malaikatku tetap mengirim uang saku seadanya dan tak lupa menanyakan kabar. Apakah aku baik-baik saja, apakah aku sehat, dan apakah kuliahku lancar disana. Merekalah yang mengisi semangat menuntut ilmuku.
Dan empat tahun pun berlalu, aku lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana hukum dengan nilai Cumlaude. Akupun sangat bahagia karena bisa bekerja di instansi hukum pemerintahan. Tentu semua itu tidak dengan proses yang mudah dan singkat. Dengan semangat, ikhtiar dan berdoa tiada henti tak lupa aku yakin dengan kekuatan seorang ibu yang jauh disana tetap sampai untuk keberhasilan masa depanku.
Satu tahun kemudian aku pulang kembali ke desa. Aku menemui ibu dan bapakku. Sesampainya disana aku tak mampu menahan jatuhnya air mata yang telah mengalir deras dipipiku. Aku melihat malaikatku kini telah semakin tua, pipi dan dahi yang mulai mengerut, rambut yang dulunya hitam sekarang mulai memutih, dan badan yang dulunya bertenaga kuat kini telah tua keronta dimakan usia. Namun tetap bekerja sepanjang hidupnya. Aku sangat senang mereka masih ada dan aku masih bisa melihat mereka. Kita bercerita tentang kondisi desa saat ini. Sungguh miris, banyak sekali yang berubah, pemandangan yang dulunya sangat hijau nan asri kini berganti bangunan pabrik yang semakin meluas, tanah-tanah dengan sungai yang berair jernih kini telah tercemar dengan limbah pabrik. Udara yang dulunya terasa segar, kini berubah terasa sesak dan berasap. Orang-orang yang biasanya berlalu-lalang pergi ke desa kini sepi karena bekerja sepanjang waktu pada pabrik. Banyak warga desa yang batuk-batuk dan terkena gangguan pernafasan termasuk ibu dan bapak. Semua itu karena akibat dari limbah pabrik yang dibuang sembarangan tanpa menuruti aturan hukum yang berlaku.
Ya, ternyata pabrik itu memang tidak beres, mereka melakukan semua pekerjaan dengan kecurangan, mereka hanya mementingkan uang. Akupun tidak lupa dengan janjiku dulu. Aku yang jurusan hukum dan telah bekerja, akan membawa kasus ketidakadilan, kecurangan dan kejahatan yang dilakukan pabrik swasta itu ke pengadilan. Dengan segala yang aku punya aku terus memperjuangkannya.
Dibawalah kasus pabrik swasta yang delapan tahun telah berdiri diatas kecurangan, keringat luka dan air mata pemilik tanahnya. Diketoklah palu yang menyatakan bahwa pabrik itu bersalah atas semua kesalahan yang telah dilanggarnya. Akhirnya semua yang harus kembali ketempatnya telah kembali. Ketidakadilan yang seharusnya telah berdiri delapan tahun lalu kini telah terbayarkan. Aku sangat senang karena kini perjuanganku tidak sia-sia. Anak kecil yang hanya bisa menyaksikan jatuhnya air suci dari mata kedua malaikatnya itu kini telah bisa menghapusnya.
Jumat, 12 November 2021
Resensi Film "Assalamualaikum Beijing"
RESENSI FILM
ASSALAMUALAIKUM BEIJING
Identitas film
Judul Film : Assalamualaikum Beijing
Genre : Drama, Realigi, Cinta
Sumber Film : Adaptasi Novel Berjudul Assalamualaikum, Beijing!
Sutradara : Guntur Soehardjanto
Produser : Yoen K
Penulis Novel : Asma Nadia
Penulis Naskah Film : Alim Sudio
Pemeran :
Revalina S. Temat (Asmara)
Laudya Cynthia Bella (Sekar)
Morgan Oey (Zhong Wen)
Ibnu Jamil (Dewa)
Desta (Ridwan)
Ollyne Apple (Sunny)
Cynthia Ramlan (Anita)
Jajang C. Noer (Ibu Asma)
Perusahaan Produksi : Maxima Pictures
Tanggal Rilis : 30 Desember 2014
Durasi film : 1 jam 35 menit
Rating IMDb : 7,2/10
Negara Asal Film : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Soundtrack : Moving On-Ridho Rhoma
Sinopsis/Ringkasan Film
Film ini diadaptasi dari novel karya Asma Nadia berjudul Assalamualaikum, Beijing!. Film Assalamualaikum Beijing bercerita tentang Dewa dan Asmara atau bisa dipanggil Ra menjalin hubungan kasih sejak duduk di bangku kuliah sekitar empat tahun dan tinggal selangkah lagi menuju gerbang pernikahan. Namun, satu kekhilafan Dewa bersama Anita, rekan kerjanya yang memang telah lama jatuh hati padanya, membuat rencana indah itu harus hancur kandas di tengah jalan dan Dewa terpaksa menikahi Anita yang hamil akibat kekhilafan tersebut.
Asma lantas meninggalkan Jakarta, dan berangkat ke Beijing merintis karier sebagai novelis dan penulis kolom sastra. Di Kota Tirai Bambu itu, dia disambut sahabatnya, Sekar bersama suaminya, Ridwan. Asma pun akhirnya bekerja di sana pada koran edisi bahasa Indonesia terbitan Tiongkok. Kolom yang ditulisnya, Assalamualaikum Beijing, cepat digemari dan menjadi kolom yang selalu dinanti para pembaca koran.
Pada suatu waktu, Asma bertemu dengan seorang pemuda lokal bernama Zhong-wen di sebuah bis kota. Pertemuan berlanjut dan semakin akrab, Si pemuda memanggil Asma dengan panggilan Ashima, hal ini karena Zhong-wen terkenang legenda daerahnya, menurutnya keduanya memiliki kemiripan. Lewat pertemanannya dengan Asma, Zhongwen banyak mendapat pencerahan tentang Islam.
Disisi lain, Dewa yang sedang membaca koran mendapati kolom Asma, Assalamualaikum Beijing. Dengan modal cintanya yang tetap terjaga pada Asma, dia pun langsung menyusul ke Beijing, Dewa ingin menceraikan Anita yang telah melahirkan anaknya demi menikahi Asma. Namun, Asma yang sudah terlanjur kecewa tidak mau peduli. Baginya, Dewa hanyalah masa lalu yang sebaiknya dilupakan.
Kemudian musibah menimpa Asma, ia divonis menderita APS Primer (Antiphospholipid Syndrom). Penyakit yang berhubungan dengan pengentalan darah, yang membuatnya harus mengalami kesakitan yang luar biasa seperti serangan stroke, sulit bergerak, pingsan berkali-kali, serangan jantung, tuli sementara, bahkan nyaris buta. Dokter juga menganjurkan kepadanya untuk tidak hamil dan melahirkan. Pada saat itu juga, Zhongwen mulai merasa jatuh hati pada Asma dan berusaha keras untuk mencari dan menemukan Asma yang mendadak hilang tanpa berita.
Zhong-wen pun medapat kabar bahwa Asma telah balik ke Indonesia, tetapi alasan yang didapatkannya bahwa Asma pulang karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikannya. Kesunyian pun dirasakan Zhong-wen, sambil mengenang dan mencari tahu kabar Asma lewat email, dia belajar Islam dan pada akhirnya mengantarkannya mendapat hidayah dan memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.
Suatu saat, di rumah Asma, Sekar dengan rasa penasaran membuka email Asma dan mendapatkan email masuk Zhong-wen, yang kemudian dibalasanya dengan undangan untuk mendatanginya di Indonesia. Bersama Ridwan, Zhong-wen akhirnya datang di Jakarta, di rumah Asma yang secara bersamaan juga dengan kedatangan Dewa. Kedatangan Zhong-wen inipun disambut dengan penyakit Asma yang muncul kembali. Akan tetapi Zhong-wen justru siap menerima Asma apa adanya, dia mengaggap Asma adalah jembatan baginya menemukan cahaya, dia sudah terlanjur cinta terhadap Asma. Zhong-wen bertekad untuk menjadikan Asma sebagai istrinya.
Pernikahan dilaksanakan, Asma pun untuk yang kedua kalinya akhirnya ke Beijing lagi, tapi kali ini sudah sebagai istri Zhong-wen. Meraka melaksanakan bulan madu hingga akhirnya kunjungan ke patung Ashima yang sempat tertunda akhirnya teralisasikan. Mereka datang dengan penuh kebahagiaan sebagai pasangan suami istri.
Jika tak kau temukan cintamu, biarkan cinta menemukanmu.”
Kelebihan dan Kekurangan Film
Kelebihan:
Film Assalamualaikum Beijing ini, sangat menginspirasi karena bercerita tentang seorang wanita sholehah yang tegar dan kuat dalam menjalani kehidupannya. Mulai dari masalah percintaan yang kandas serta musibah penyakit yang dialaminya. Selain itu film ini juga patut diapresiasi. Karena memperkenalkan bagaimana Islam di Cina, budaya lokal yang sangat dijunjung tinggi, tradisi filosofi minum teh, dan yang lainnya yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang agama dan tradisi di belahan dunia lain. Alur cerita dalam film ini juga menarik, latar keindahan kota Beijing dengan memperlihatkan Tembok Besar Cina dan panorama khas Yunan, indahnya bangunan masjid Niu Jie dan patung Ashima yang legendaris.dalam film ini juga terdapat motivasi, nilai moral, dan kalimat-kalimat indah.
Kekurangan:
Di dalam novel asli terdapat banyak adegan romantis dan lucu yang lain. Namun, tidak semua bab dalam novel asli diangkat dalam scene film karena terbatasnya durasi. Selain itu, dalam film konflik Dewa dengan Anita kurang terlihat detail. Padahal hal itu juga dapat mengaduk emosi penonton. Sebab, tokoh Asma sebagai tokoh utama yang tersakiti karena ulah Dewa dan Anita.
Kesimpulan
Film Assalamualaikum Beijing ini, bercerita tentang beragam kehidupan cinta dengan segala permasalahannya, ajaran agama dan tradisi di belahan dunia yaitu di Beijing-China yang sangat menginspirasi dan dapat menambah wawasan atau pengetahuan. Seperti terdapat pesan moral, pesan dakwah baik pesan Akidah, Syariah dan Akhlak. Film ini mudah dimengerti dan dapat diterima oleh semua kalangan.
Teks Motivasi "Apakah Musuh Terbesar dalam Diri Kita?"
Apakah Musuh Terbesar dalam Diri Kita?
Hai pejuang mimpi !, Pejuang hidup!, Pejuang cita-cita. Bagaimana progres hari ini? Lelah ya? Sama saya juga. Kali ini Saya akan membahas tentang "apasih musuh terbesar dalam diri kita?" Musuh penghambat mimpi kita, penghambat cita-cita kita. Mungkin sebagian besar orang menganggap bahwa musuh terbesar diri kita adalah pesaing-pesaing kita yang jumlahnya beribu-ribu diluar sana, mereka yang kuat, gigih, pintar dan sebagainya. Tetapi kali ini saya akan membahas tentang "Rasa Malas". Ya sebenarnya tanpa kita sadari, musuh terbesar dalam diri kita adalah kita sendiri. Ya salah satunya adalah rasa malas. Malas untuk memulai, malas untuk belajar, malas untuk berproses, berprogres, dan malas untuk berubah menjadi lebih baik.
Pernah tidak kita membayangkan bagaimana lelahnya orangtua kita yang kerja mati2an demi membahagiakan kita. Ingin tidak membuat mereka bahagia juga? So, ayolah kita mulai, kita berprogres, berubah menjadi lebih baik. buang rasa malas. Nanti pada saatnya kita akan sampai pada suatu titik. Kita akan melihat senyum bangga orangtua kita🥺 tidak ingin mengecewakan mereka bukan? AYO SEMANGAT, get your dream
Rasa malas timbul akibat kurang tafakur tentang ke istimewaan ilmu dan orang2 yang memilikinya.
Saat rasa malas melanda, saat itulah kita perlu mempertanyakan pada diri sendiri tentang motivasi hidup kita.
Jika kita merasa malas, ingat bahwa mereka, orang tua kita, keluarga kita sedang berjuang keras dan menaruh harapan besar dalam diri kita. Sebagai manusia, sebagai seorang anak, pundak kita bagaikan sedang memikul beban yang amat sangat besar.
Kita tidak ada waktu lagi untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, tidak ada waktu lagi untuk mengurusi kehidupan orang lain. Kita sendirilah yang harus terus berproses.
Jika kita merasa malas untuk sekolah, kuliah ingatlah dibelakang sana ada orang tua kita yang harus kita bahagiakan. Kita berjuang bukan untuk berlomba lomba siapa yang sukses lebih dulu. Musuh kita bukan mereka diluar sana tetapi musuh kita adalah umur kedua orang tua kita.
LAKUKAN 10 CARA INI UNTUK MENGHILANGKAN RASA MALAS!!
1. JANGAN MENUNDA
Menunda sebenarnya justru akan membuat bebanmu menjadi lebih berat. Usahakan untuk segera melakukan tugas ataupun hal yang kecil sekalipun. Cobalah untuk melakukannya sekarang juga, niscaya kamu bisa terhindar dari rasa malas.
2. BUAT TARGET
Dengan adanya target kamu pasti akan berusaha mencapai target tersebut. Tanamkan pada diri kamu bahwa kamu pasti dapat menyelesaikan target yang kamu buat. Dengan demikian kamu akan merasa lebih bersemangat dan giat dalam melakukan suatu hal.
3. OLAHRAGA DAN POLA HIDUP SEHAT
Malas juga di sebabkan kurangnya nutrisi dalam tubuh. Jika nutrisi kurang kamu akan merasa bahwa tubuhmu lemas & akan malas melakukan apapun. Dengan rutin berolahraga, tubuhmu akan selalu terasa segar & bersemangat dalam beraktivitas.
4. BUATLAH DAFTAR
Start mulai dari bangun tidur hingga sebelum tidur. Dengan pembuatan daftar kamu pasti akan berusaha melakukan sesuatu dengan baik dan cepat agar semua daftar yang kamu buat dapat terlaksana semuanya.
5. HADIAHI DIRI SENDIRI
Tidak perlu hadiah yang mewah hadiah kecil–kecilan saja sudah cukup. Karena dengan menghadiahi diri kamu sendiri maka secara psikologis dapat membuat dirimu melawan rasa malas yang ada dalam tubuh.
6. MEMOTIVASI DIRI SENDIRI
Tanamkan pada dirimu bahwa kamu bukanlah orang yang malas & malas itu akan merusak banyak hal yang ada di diri kamu. Dengan melakukan motivasi ini maka tubuhmu secara otomatis akan memberikan perlawanan jika kamu mulai melakukan hal yg bersifat malas.
7. HINDARI TEMPAT TIDUR / SOFA
Jika belum waktunya istirahat jangan sampai kamu mendekati tempat tidur ataupun sofa. Karena bila kamu melakukannya biasanya tubuh akan tersugesti akan kenikmatan jika kamu bermalas-malasan di atas tempat tidur ataupun sofa tersebut.
8. HINDARI HAL MENYENANGKAN DI LAGI HARI
Jika kamu melakukan hal menyenangkan di pagi hari dan melakukan kegiatan berat di siang hari, maka keadaan tubuhmu sudah tidak akan mampu melakukan kegiatan berat di siang hari dengan maksimal. Karena energi kamu sudah banyak terkuras.
9. BUAT JADWAL HARIAN
Berbeda dari point ke-4, jadwal harian merupakan jadwal khusus mengenai hal khusus apa yang harus kamu lakukan ketika hari tersebut. Kamu harus berusaha melakukan jadwal yang sudah kamu buat tersebut secara tuntas.
10. POLA HIDUP TERATUR
Pastikan segala sesuatu yang ada di hidup kamu sudah kamu atur dengan baik. Jangan sampai tempat ataupun sesuatu yang ada di lingkunganmu berantakan. Agar kamu tidak merasa malas ketika melihat keadaan di sekitarmu,
Okey itulah beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas.
Terakhir dari saya, Saya pernah baca sebuah nasihat: "Jika kamu merasa malas melakukan sesuatu, maka lakukanlah hal itu sekarang juga!"
Selasa, 09 November 2021
Cerita Anak "Dodo Si Gendut Rakus dan Nenek Penyihir"
DODO SI GENDUT RAKUS DAN NENEK PENYIHIR
Oleh: Nadiarf
Di sebuah desa kecil pinggiran kota hiduplah seorang anak bernama Dodo. Badannya gemuk dan perutnya gendut. Dia suka sekali dengan makanan. Setiap hari Dodo dan teman kecilnya bernama Bobi berjalan kaki menyebrangi jembatan di atas sungai kecil untuk pergi ke sekolah bersama. Bobi adalah anak yang pintar. Dia selalu membawa tas ransel merah berisi banyak buku di dalamnya. Berbeda dengan Dodo, anak manja yang tasnya selalu penuh dengan makanan. Setiap hari, Dodo selalu makan banyak seolah perutnya tidak pernah merasa kenyang dan tidak pernah puas. Tak heran Dodo juga sering meminta makanan kepada teman-temannya di sekolah meskipun makanan di dalam tasnya masih penuh.
Di siang hari yang cerah Dodo dan Bobi pulang sekolah melewati jembatan di atas sungai kecil yang biasa mereka lalui. Jam menunjukkan pukul 12.00 dan matahari seolah tepat berada di atas kepala. Mereka merasa siang itu sangatlah panas, berbeda dari siang hari lainnya. Sepanjang perjalanan pulang, Dodo selalu berisik dan mengeluh karena kehausan dan makanan dalam tasnya pun sudah habis tak tersisa.
" Aduhhh panasnya, aku capek sekali, haus, dan lapar, Bobi tunggu aku jangan cepat-cepat," ucap Dodo.
Sedangkan Bobi dengan tas merah kesayangannya tetap berjalan santai menikmati pemandangan sungai yang mereka lalui sambil teriak menjawab Dodo yang masih di belakangnya tak jauh.
" Makanya jangan makan terlalu banyak. Lihatlah perutmu itu yang seperti gunung dan hampir meletus, susah dan jalannya terasa berat, kan? hahahahaha. "
Di belakang, Dodo dengan muka kesalnya dan nafas terengah-engah berlari menyusul Bobi.
" Wahh kenapa air sungai hari ini jernih sekali tidak seperti biasanya. Panas-panas begini pasti terasa segar jika kita mandi, ayo Bob kita turun," ucap Dodo.
Bobi: "Ta- tapikan Do, ibu melarang kita bermain di sungai ini karena banyak anak yang hilang sehabis bermain di sini."
Dodo: " Alah ... itu hanya karena mereka tidak bisa berenang. Kita berdua kan bisa berenang, yuk kita turun dan mandi sebentar."
Dodo menarik lengan Bobi dan mereka berduapun turun ke sungai dan mandi. Saat asyik bermain air tiba-tiba seekor ikan emas besar dengan mata merah menghampiri mereka.
Ikan mas : "Hai anak-anak apakah kau lapar?."
Dodo dan Bobi terkejut karena ikan emas dengan mata merah itu bisa berbicara.
Bobi: " Wah ... ikan mas, kamu bisa berbicara?."
Dodo: " Iya ikan mas aku lapar sekali. Apakah kau punya makanan?."
Ikan mas: "Iya aku adalah ikan mas penunggu sungai ini dan aku tau dimana tempat banyak makanan berada, apakah kau ingin ke sana?."
Tanpa basa-basi Dodo langsung berkata, "Iya aku ingin pergi ke sana, dari tadi perutku berisik karena lapar sekali."
Ikan mas: "Baiklah jika kalian ingin pergi ke sana. Berjalanlah ke ujung sungai ini dan kalian akan melihat rumah tua dengan pohon apel di taman depannya. Di dalam rumah tua itu ada seorang nenek yang memiliki banyak sekali makanan enak. Kalian minta saja makanan kepada dia dan dia pasti akan memberikan apa yang kalian mau. Tetapi, ingat. Janganlah rakus, kalian harus meminta secukupnya saja dan pulanglah sebelum matahari terbenam!."
Mereka berduapun pergi ke ujung sungai. Akhirnya mereka tiba di rumah tua dengan pohon apel di taman depan rumah dan sepanjang jalan menuju pintu rumah terdapat banyak sekali makanan berceceran.
Dodo: " Wah ... ternyata benar apa yang dikatakan ikan mas itu. Di sini banyak sekali makanan, ayo Bob kita masuk. Pasti di dalam rumah itu ada lebih banyak makanan yang enak." Sambil menarik lengan Bobi.
*Tok tok tok* "Permisi apakah ada orang? Kami ingin meminta makanan," ucap Dodo.
Pintupun terbuka sendiri dan terlihat seorang nenek-nenek berambut panjang sedang makan. Di sana tersaji banyak sekali makanan serta berbagai macam camilan dan buah apel di atas meja.
Nenek: "Kemarilah, Nak. Ayo makan bersama nenek, ambillah semua makanan yang ada di sini dan mintalah makanan apa saja yang kalian inginkan. Nenek akan mengubah buah apel yang ada di sini dengan tongkat ajaib menjadi makanan kesukaan kalian."
Dodo: " Wah ... hebat sekali, aku ingin semua makan yang ada di sini."
Dodo pun langsung mengambil banyak makanan seperti buah apel, permen, roti, madu dan masih banyak lagi. Dia memakannya seperti orang yang sangat kelaparan. Tetapi, Bobi hanya mengambil satu makanan dan satu minuman.
Bobi berbisik kepada Dodo. " Ayo Do, kita pulang sudah hampir gelap. Ingat kata ikan mas, kita tidak boleh rakus dan harus pulang sebelum matahari terbenam."
"Kau pulang saja dulu Bob, aku masih ingin di sini dan memakan semua makanan yang ada di sini. Aku janji akan pulang sebelum matahari terbenam. Lagipula jalan dari rumah ini ke sungai tadi kan tidak jauh," ucap Dodo dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.
Bobi: "Jika kau tidak mau, baiklah aku akan pulang saja. Aku takut dimarahi ibuku. Ingat Do, kau harus tepati janjimu dan akan segera pulang."
Dodo hanya menganggukkan kepalanya sembari terus makan. Dan Bobi pun pulang meninggalkan Dodo.
Tak terasa matahari sudah terbenam dan Dodo lupa dengan janjinya untuk pulang sebelum matahari terbenam. Dia rakus sekali tidak pernah merasa kenyang dan terus memakan makanan yang ada di depan matanya.
Hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 19.00. Malam itu ibu Dodo pergi ke rumah Bobi untuk menanyakan Dodo karena belum pulang. Ibu Dodo mengira bahwa Dodo masih bermain di rumah Bobi bersama Bobi seperti biasanya. Namun, Bobi terkejut bahwa ternyata Dodo masih belum pulang dari rumah nenek tua itu.
Bobi: " Bibi, apakah Dodo benar belum pulang ke rumah?." Bobi pun menceritakan semuanya kepada ibu Dodo.
Ibu Dodo pun menangis dan takut bahwa anaknya hilang dan mungkin takkan pernah kembali karena mengetahui bahwa Dodo dan Bobi bermain di sungai angker yang selalu dia larang untuk anak-anak bermain di sana.
Hingga subuh dan hari mulai terang, para warga masih ramai bersama-sama mencari Dodo di dekat sungai. Tetapi, ada sesuatu yang janggal. Tempat rumah tua yang sebelumnya Bobi dan Dodo kunjungi, ternyata tidak ada dan hanya terlihat hutan serta semak belukar dengan banyak pohon bambu. Tidak ada satupun pohon apel di sana yang terlihat. Bobi pun juga heran.
Tidak terasa sudah tiga hari para warga mencari keberadaan Dodo. Namum, Dodo masih belum juga ditemukan. Jadi, para warga sudah pasrah dan menyerah untuk mencari Dodo. Dodo tetap tidak ditemukan dan dinyatakan hilang. Akhirnya, Dodo si gendut itu tidak pernah pulang karena terkunci di dalam rumah tua bersama nenek penyihir makanan karena sifat rakusnya itu.
Amanat: Sebagai manusia kita tidak boleh memiliki sifat rakus
Jumat, 05 November 2021
Teks Pidato "Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja"
Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama tama mari kita panjatkan puja dan ...